KARAMAH KESYAHIDAN IMAM HUSAIN AS. (BAGIAN.33 )
BEBERAPA RUJUKAN-RUJUKAN JUMHUR DAN RIWAYAT DARAH, PASKA KESYAHIDAN IMAM HUSIN AS.
F. Tarikh Ibn ‘Asakir, Hafizh Ali bin Hasan Syafi’i al-Dimasyqi (w.571)
23. Ibnu Asakir dengan sanadnya dari khalad Shahibus Samsam (ahli racun), dia berkata, “Setelah terbunuhnya al-Husein, matahari terbit berwarna merah di dinding dan tembok pada waktu pagi dan sore. ‘Dia berkata, ‘Kami tidak mengangkat dinding kecuali kami menemukan di bawahnya ada darah.’
(Tarikh Madinah Dimasyq: Tarjamat al-Hayat al-Husayn as, hal.243)
24. Darinya, dengan sanadnya Aswad bin Qays, dia berkata, “Langit memerah setelah tebunuhnya al-Husein selama enam bulan yang terlihat dilangit seolah-olah darah.”
Dia berkata, “Seorang teman menceritakan kepadaku dan dia berkata kepadaku, ‘Apa hubungan anda dengan Aswad..?’ Aku menjawab, ‘dia adalah kakeknya, dia adalah ayah ibuku.’
Dia berkata, ‘Sungguh dia adalah seorang yang benar perkataannya, pemegang amanah dan sangat menghormati tamu.’
(Ibid.,Tarjamat al-Hayat al-Husayn as, hal.243)
25. Ibnu Asakir dengan sanadnya dari Ummu Syaraf Abadiah, dia berkata, “Nushrah Azdiyah menceritakan kepadaku, dia berkata, ‘Ketika Husein bin Ali terbunuh, turun hujan darah dari langit sehingga aku dan segala sesuatu penuh dengan darah.’ (Ibid.,Tarjamat al-Hayat al-Husayn as, hal.244)
26. Dari Ibnu Asakir, dari Hammad bin Zaid, dari Hisyam dari Muhammad, dia berkata, “Anda tahu warna merah di langit mulai kapan..?”
Dia menjawab,”Mulai dari hari terbunuhnya al-Husein bin Ali.”
(Ibid.,Tarjamat al-Hayat al-Husayn as, hal.244)
27. Ibnu Asakir dengan sanadnya dari Yahya bin Sara, dari Ruh bin Ibadah, dari Ibnu Aun, dari Muhammad bin Sirrin, dia berkata, “Merah yang ada dilangit belum pernah terlihat hingga Husein bin Ali terbunuh.”
(Ibid.,Tarjamat al-Hayat al-Husayn as, hal.244)
28. Dari Ibnu Asakir, dengan sanadnya dari Marwan, budak Hindun bin Mahlab, dia berkata-dan Abu Ghalib berkata, dia berkata, “Telah meriwayatkan kepadaku Bawwab bin Ubaidillah bin Ziyad bahwa ketika dihadirkan kepala al-Husein dan diletakkan di depannya, aku melihat dinding istana pemerintah mengalir darah.”
(Ibid.,Tarjamat al-Hayat al-Husayn as, hal.244)
Berkenaan dengan riwayat lain, kami cukupkan dengan yang sudah kami sebutkan karena khawatir terlalu panjang….berikutnya akan kami berikan nama-nama rujukan jumhur yang lain perihal riwayat darah paskah syahidnya Imam Husein as.
Bersambung…(Bagian 34)
====================================
Hari ini, dunia telah menjadi saksi. Padang Karbala yang dahulu tandus tak bertuan sekarang menjadi tempat yang ramai dan di kunjungi para penziarah berjumlah jutaan setiap tahunya. Karena di Karbala itu sekarang terdapat makam pemimpin orang-orang yang merdeka Husaein bin Ali. Sementara para pembunuhnya tak satupun yang dikenal dan di ziarahi orang. Inilah, Allah tuhan semesta alam telah menunjukan kepada umat manusia sesungguhnya sesuatu yang baik tidak pernah mati, ia abadi dan terus hidup menyinari kegelapan.
“Insya Allah 11 hari lagi tragedi itu akan di kenang oleh mereka yang merindukan keadilan.”…… Dan sesungguhnya targedi itu selalu di kenang setiap hari, karena :
Kullu yaumin Asyura, Kullu Ardin Karbala (Setiap Hari adalah Asyuro, Setiap Tanah adalah Karbala).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar